Rabu, 11 Januari 2023

Pembubaran Panitia Gema Maulid dan Milad Duta Hijrah Ciamis ke 3

 *24 JAM BERSAMA HABIB*

 _“Malam Keakraban Pejuang Majelis Duta Hijrah”_

 ```Bersama Al Habib Ali Ridho Alkaff``` 

Kamis, 22 Desember 2022

@Kopi jati, Jatisewu Cibungbang, Jalatrang Ciamis


السلام عليكم و رحمة الله وبركاته

Selamat dan sukses kepada majelis Duta Hijrah Ciamis yang sudah sangat luar biasa menyelenggarakan maulid Duta Hijrah Ciamis yang mudah-mudahan itu semua menjadi awal kesemangatan kita, awal kita semuanya diridhoi oleh Nabi Muhammad ﷺ. Aamiin yaa rabbal alamiin.

Namun jangan cukup bangga disitu saja, jangan cukup bangga kita sudah membuat acara sukses, jangan cukup bangga karena yang hadir banyak, karena tujuan terpenting membuat acara gema maulid, tujuan terpenting membuat maulid nabi itu bukan dihadirinya banyak orang, namun tujuannya *“Bagaimana setelah acara maulid tersebut keimanan kita, kecintaan kita kepada Baginda Nabi Muhammad ﷺ.”* *Gimana caranya selesai maulid kita tambah cinta sama Nabi Muhammad ﷺ, gimana caranya selesai maulid kita tambah rindu sama Nabi Muhammad ﷺ. Gimana caranya setelah maulid kita tambah semangat berjuang untuk Nabi Muhammad ﷺ.* Itu poin terpentingnya.

Maka berapa kali saya katakan “al faqir membuat Majelis Duta Hijrah ini tujuan saya seperti tujuan guru saya Al Habib Umar bin Hafidz. Tujuan beliau membuat majelis ta’lim/membuat pondok pesantren bukan untuk mencari popularitas, bukan untuk mencari jamaah, bukan untuk mencari pangkat jabatan, bukan untuk mencari harta melainkan tujuan kita membuat majelis ta’lim melainkan untuk bisa sampai kepada Kanjeng Nabi Muhammad ﷺ.

Bahkan beliau katakan “ Andaikan kepalaku menjadi pijakan agar kalian bisa sampai kepada Rasulullah ﷺ, pijaklah kepalaku agar kalian sampai kepadanya.” Itu sekelas Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz.


Maka Ikhwan, akhwat yang dirahmati oleh Allah... *Ayok kita jadikan Duta Hijrah ini sebagai wadah untuk mengenal Nabi Muhammad ﷺ, wadah para pemuda pemudi untuk mencintai Nabi Muhammad ﷺ, wadah para pemuda pemudi merindukan Kanjeng Nabi Muhammad ﷺ .*


Kalian semua lihat bagaimana keadaan

Dunia sekarang. Semakin tambah tahun semakin banyak ulama yang Allah cabut nyawanya. Semakin tambah tahun semakin banyak penyakit² yang aneh². Semakin tambah tahun semakin tambah musibah. Itu disebabkan karena ulah tangan kita semuanya. Berapa kali Allah katakan dalam Al Qur’an

ظَهَرَ الْفَسَا دُ فِى الْبَرِّ وَا لْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّا سِ ...

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia;..."

(QS. Ar-Rum 30: Ayat 41)

Kalau kamu pengen tau kenapa adanya banjir, kenapa adanya gempa, kenapa adanya tsunami, kenapa adanya longsor, kenapa adanya bencana alam, itu semua disebabkan karena ulah tangan kita sebagai manusia.

Jadi tidak mungkin Allah berikan adzab, tidak mungkin Allah turunkan musibah dengan bencana alam kalau kita sebagai manusia tidak melanggar aturan² Allah.

Kenapa Allah berikan banjir? Kenapa Allah berikan kita gempa? Kenapa Allah berikan kita tsunami? Ada tujuannya

 لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا

Allah turunkan bencana alam. Allah turunkan kerusakan dilaut, kerusakan di bumi, untuk apa? Agar kalian merasakan ulah tangan kalian sendiri.

Lihatlah.. gara² adanya banjir, gara² buang sampah sembarangan. Gara² kita buang sampah sembarangan timbulah banjir.

Ketika banjir datang air dan sampah balik lagi ke rumah masing². Betul ga?

Itu tujuannya Allah.

Namun bukan semata² Allah berikan musibah, bukan semata² Allah berikan bencana agar kita sengsara, agar kita merasakan susah. Tidak! Ada fungsinya, ada tujuannya. Yaitu لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

Agar kalian semua taubat, kembali kepada Allah SWT.

Maka Ikhwan, akhwat yang dirahmati oleh Allah

Bencana yang sekarang ini kita rasakan, gempa, tsunami, itu sebenarnya bukan bencana yang besar.

 Syekh Imam Al Muthowali As Sya’rowi, beliau mengatakan :

Bukan dikatakan musibah kalau kamu kehilangan perkara/kalau kamu kehilangan sesuatu yang kamu cintai.

Contoh : kalau misal orang pacaran, trus diputusin kira² sumpek ga? Pasti sumpek, gelisah, galau

Atau misal kita punya motor baru, hasil kerja digabungin, dibeliin motor, tapi motornya hilang. Sedih ga? Musibah ga kira²?

Pasti musibah

Tapi menurut *Al Imam Syekh Muthowali As Sya’rowi, beliau mengatakan : “Bukan dikatakan musibah kalau anda kehilangan sesuatu yang dicintai,* (kehilangan harta itu bukan musibah, kehilangan keluarga itu bukan musibah, kehilangan jabatan itu bukan musibah), *tapi dikatakan musibah itu kalau kamu terhalang untuk mendapatkan pahalanya Allah SWT.”* Kalau kamu berat sholat itu namanya musibah. Kalau kamu berat melangkah ke pengajian itu namanya musibah. Kalau kamu berat khidmat sama ulama itu namanya musibah. Kalau kamu berat berbuat sodaqoh itu namanya musibah. *Dihalangi dirimu untuk mendapatkan pahala itu musibah sebenarnya.* 

Maka Ikhwan, akhwat yang dirahmati oleh Allah

Bencana² alam itu sebenarnya bukan musibah besar, itu hanya musibah kecil. *Dikatakan musibah itu kalau diri kalian, ummat Nabi tapi tidak mengenal Nabi Muhammad ﷺ. Kalau kalian ummat Nabi tapi kamu ga tau apa itu Sunnah Nabi Muhammad ﷺ. Kalau kamu ngaku ummat Nabi tapi kamu ga mau berjuang untuk Nabi Muhammad ﷺ. Itu yang dinamakan musibah.* Wal iyyadzubillahi min dzalik.


Maka mudah-mudahan dengan adanya wadah Duta Hijrah kita *jangan terlalu fanatik dengan yang namanya majelis, jangan fanatik dengan yang namanya bendera, jangan fanatik dengan yang namanya organisasi. Fanatik yang dibolehkan itu cuma 2 : kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad ﷺ.*

Jangan gara² beda majelis anda bertengkar, jangan gara² beda majelis anda saling putus silaturahmi, jangan karena beda organisasi anda saling caci, saling menghina. Jangan gara² béda logo emblem majelis/logo komunitas/club’ motor anda saling mencaci saling menghina. Hati-hati!

Itu namanya fanatik, dan *fanatik selain Allah dan nabi Muhammad ﷺ adalah fanatik yang hina, fanatik yang salah. Fanatik yang dibolehkan hanya untuk Allah, fanatik yang dibolehkan hanya untuk Nabi Muhammad ﷺ.*

Maka *tujuan kita di majelis Duta Hijrah ini bukan untuk fanatik kepada majelis, tapi fanatiknya kita cuma untuk Nabi Muhammad ﷺ. Duta Hijrah fanatiknya untuk Allah SWT.* Maka rangkul siapapun itu, rangkul siapapun mau itu komunitasnya a b c d, mau logo majelisnya a b c d, itu sodara kita. Itu teman kita. Ayok sama² saling mencintai, saling menyayangi, ayok sama² di surga bersama Nabi Muhammad ﷺ.


Ikhwan, akhwat yang dirahmati oleh Allah

Coba lihat seorang sahabat yang bernama *Sayyidina Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu* (pembantu Rasulullah ﷺ dari kecil). Beliau membantu Nabi Muhammad ﷺ itu dari kecil, mengorbankan jiwa, raga, dan tenaga untuk Nabi Muhammad ﷺ. Namun beliau tidak menginginkan harta, beliau tidak menginginkan popularitas, tapi *beliau berkhidmat kepada Nabi Muhammad ﷺ hanya untuk menginginkan bersama Nabi Muhammad ﷺ di surga.*

Maka hadirin hadirat yang dirahmati Allah SWT..

Salah satu lagi sahabat yang bernama Rabi’ah. Rabi’ah itu tukang bawa sendalnya nabi, tukang bawa siwaknya nabi, tukang bawa alat wudhunya nabi. Maka pada suatu hari, nabi sayang kepada Rabi’ah, dan ditawarin kepadanya “maa hajatuka yaa Rabi’ah?” (Rabi’ah kamu ini selalu berkhidmat kepadaku, kamu selalu membantuku, selalu membawa sendalku, selalu membawa alat wudhuku, selalu membawa siwakku. Maa hajatuka wahai Rabi’ah? Rabi’ah kamu pengen apa dari aku?)

Ini yang nawarin siapa? Nabi Muhammad ﷺ

Yang nawarin bukan gubernur, yang nawarin bukan bupati. Tapi yang nawarin Nabi Muhammad ﷺ, yang kalau do’a maka Allah ijabah.

Kira² jika kita diposisi Rabi’ah ingin minta apa?

Misal kata Nabi Muhammad ﷺ “hai para pejuang Duta Hijrah Ciamis kalian mau minta apa? Kalian sudah sukses membuat acara gema maulid, kalian sudah mensyiarkan maulid. Kalian mau apa yaa ikwan & akhwat?” Pasti yang ada di benak kita dunia dunia dan dunia. Tapi bagaimana jawaban Rabi’ah?

 *Ketika tau bahwa Rasulullah ﷺ yang menawari hajatnya, dan Rabi’ah tau bahwa tiada tawaran yang paling mahal di alam dunia kecuali tawaran dari Nabi Muhammad ﷺ. Maka Rabi’ah tidak mau menyia-nyiakannya. Apa yang diminta Rabi’ah? Padahal Rabi’ah seorang yang miskin, Rabi’ah ga minta harta, Rabi’ah ga minta pangkat sama Rasulullah ﷺ. Tapi yang dipinta oleh Rabi’ah “as aluka murofaqotan nabi fiil jannah (wahai nabi aku hanya minta satu, aku ingin mendampingi mu di surga.”*

صلى على النبي محمد ﷺ

 Tawaran yang mahal dan permintaan yang mahal bagi Rabi’ah.

Beliau hanya satu ingin meminta mendampingi Nabi Muhammad ﷺ.Dan ini adalah sahabat yang cerdas. Kenapa? Karena dia tau *kenikmatan di dunia itu sementara semuanya.* Kalau dia minta harta itu Cuma dinikmati di dunia, kalau dia minta jabatan itu Cuma di dunia, tapi *dia minta kenikmatan yang abadi yaitu kenikmatan di surga bersama Nabi Muhammad ﷺ. Saking lezatnya, saking nikmatnya mamandang Rasulullah ﷺ di dunia.* Rabi’ah tidak mau jauh² dari Rasul. Inilah yang harus diterapkan dalam perjuangan.

Perjuanga *kita ini dalam Duta Hijrah jangan pengen caper di depan saya (Habib).* Contoh saya pengen dilihat Habib, caper sama habib percuma. Atau perjuangan di Duta Hijrah Cuma semangat pengen dilihat Ikhwan/akhwat. Jangan seperti itu, sia-sia nantinya. *Kalau anda caper kepada orang anda kecewa. Tapi kalau anda berjuang di majelis Duta Hijrah capernya satu, caper sama Nabi Muhammad ﷺ. Aku ingin berjuang untuk dilihat Nabi Muhammad ﷺ, aku ingin khidmat pengen dilihat nabi Muhammad ﷺ, pengen diridhoi oleh Nabi Muhammad ﷺ.* 

Maka Ikhwan, akhwat yang dirahmati oleh Allah...

 *Ayok kita terus berjuang, kita terus bersama-sama, ayok kita sambungkan hati kita dengan Nabi. Kita sambungkan hati kita dengan kemuliaan Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz, walaupun kita tidak bisa duduk bersama beliau.* Ada seorang berkata “ Yaa Habib, saya ini pengen sambung sanad ilmunya kepada engkau Yaa Habib, cuma saya ga bisa belajar denganmu, saya belajar dengan engkau cuma di YouTube, di internet. Maka apakah jika belajar kepada engkau seperti itu sudah sampai sanad ilmuku kepada engkau Yaa Habib?” Kata Habib Umar “sudah bersambung”. Dengan kita belajar di YouTube, lihat selalu tausiyahnya Habib Umar atau belajar kepada murid-muridnya, kita sama saja belajar/sambung sanad ilmu kita kepada beliau. Dan semua ulama-ulama (bukan hanya di Indonesia, tapi di seluruh dunia), siapa yang ga kenal Habib Umar? Ga usah saya cape² nyanjung guru saya, semua orang nyanjung beliau, semua orang mengetahui akhlak beliau, semua ulama² besar mau di Kairo, Mesir, dan yang lainnya menyanjungi dan mengagumi beliau, bahkan diantara mereka ingin jadi murid-murid beliau. Tapi alhamdulillah *dengan duduknya kita di majelis ini mudah-mudahan kita tersambung dengan sanad mulianya beliau.* Aamiin ya Rabbal alamiin. *Mudah-mudahan kita selalu ada sambungan dengan nabi kita, sehingga kita jadikan guru² kita ini sebagi jembatan untuk menuju Nabi Muhammad ﷺ.*

Dan yang perlu saya ingatkan, hati² saat ini sedang gencar-gencarnya promosi LGBT. Maka hati²!, itu penyakit yang sangat luar biasa yang harus dihindari. Terkhusus kepada para pemuda-pemudi hati². Semuanya jangan sekali-kali meremehkan. Memang kalau secara logika kita melihatnya saja jijik. Tapi jika kita duduk dengan orang-orang seperti itu tidak akan terasa dan akan terbawa arus dengan penyakit² mereka. Maka hati²! itu penyakit orang-orang tercela, itu penyakit² orang yang dihinakan oleh Allah SWT.

Makanya dampaknya apa? Banyak musibah, banyak bencana. Kenapa? Karena banyaknya orang² yang meremehkan perbuatan maksiat. Maka solusi untuk kita selamat dari musibah, solusi untuk kita selamat dari bencana dalam surat Al Kahfi Allah katakan :

Ketika ashabul Kahfi lagi bingung suatu masalah, bingung banyak musibah Allah anjurkan ashabul Kahfi untuk masuk ke dalam gua.

Apa maksudnya? 

 يَنْشُرْ لَـكُمْ رَبُّكُمْ مِّنْ رَّحْمَتِهٖ

Allah akan menolong dengan rahmat-Nya.

Terus gimana maksudnya? Apakah kalau ada musibah/bencana kita harus mencari gua? Bukan seperti itu. *Gua kita cuma satu yaitu Nabi Muhammad ﷺ. Artinya ketika kita hidup/problem dunia ini sedang susah, entah susah dalam bidang ekonomi, entah susah dalam bidang usaha, datangi gua kita yaitu Nabi Muhammad ﷺ. Ikuti sunnah, perbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad ﷺ, karena dengan kita mendekatkan diri kepada Nabi Muhammad ﷺ, dengan sholawat dengan mengikuti sunnah-sunnahnya, dengan duduk dengan para pewaris-pewarisnya Insyaa Allah ( يَنْشُرْ لَـكُمْ رَبُّكُمْ مِّنْ رَّحْمَتِهٖ) Allah akan menolong kesusahan-kesusahan kita, dan Allah SWT akan memberikan keberkahan dalam setiap usaha dan niat kita. Insyaa Allah..*


Maka Ikhwan, akhwat.. kita lihat Rasulullah ﷺ itu cerdik, Rasulullah ﷺ itu ahli siasat. Islam bisa berjaya dan Islam bisa sampai ke negara kita ini karena cendikiawannya Nabi Muhammad ﷺ.

Lihat Khulafaur Rasyidin, itu ada 4. Pertama Sayyidina Abu Bakar, kedua Sayyidina Umar, ketiga Sayyidina Utsman, keempat Sayyidina Ali. Mereka khulafaur rasyidin itu punya kekhususan masing-masing. Sayyidina Abu Bakar As Siddiq mempunyai kebijaksanaan, bjaksana orangnya dan lemah lembut. Kemudian Sayyidina Umar bin Khattab mempunyai kelebihan yaitu keberaniannya dan ketegasannya. Kemudian Sayyidina Utsman, beliau pengusaha, orang dermawan. Yang terakhir Sayyidina Ali bin Abi Thalib, kekhususan beliau yaitu kecerdikannya. Akhirnya dengan adanya 4 khulafaur rasyidin ini Islam berjaya.

Itu adalah contoh bagi kita semua. Artinya *berjuang itu bukan hanya ceramah doang, kalau ga bisa berjuang dengan ceramah karena mungkin minim ilmu atau mungkin ga bisa ceramah/ga mau tausyiah. Kalau ga bisa berjuang dengan kebijaksanaan dengan ilmunya berjuanglah dengan keberaniannya. Kalau ga bisa berjuang dengan ilmu/ga bisa berjuang dengan keberanian karena penakut, dan kamu punya usaha/punya harta maka gunakan hartanya untuk berdakwah. Berjuang dengan harta dan tenaga. Kalau ga punya harta, tapi kamu punya siasat, bisa membuat ide² dakwah, ide² perkembangan majelis, maka gunakan ide anda untuk berjuang. Jadi berjuang itu bukan hanya ceramah, berjuang dengan tenaga, berjuang dengan harta, berjuang dengan pikiran untuk bisa mengenalkan ummat kepada Nabi Muhammad ﷺ* . Memang cape, memang lelah, namanya dunia ini untuk cape. *Allah ciptakan dunia ini untuk cape. Tapi yakin, kalau capenya kita, lelahnya kita untuk Nabi Muhammad ﷺ, Allah akan balas kontan dengan kenikmatan yang abadi, kenikmatan di surga bersama Nabi Muhammad ﷺ* . Aamiin yaa rabbal alamiin.

Mudah-mudahan kita semua selalu diberikan istiqomah dan mudah-mudahan yang paling terpenting hati² niat. *Niat untuk Allah dan rasulnya. Jangan ada niat yang lain. Niat berjuang untuk Allah dan Rasul, yakin bahwa niat untuk Allah dan rasul-nya apa yang anda niatkan Allah akan qobulkan, Allah akan mudahkan, Insyaa Allah* .


Mudah-mudahan kita semuanya selalu diberikan istiqomah dan mudah-mudahan Allah SWT memberikan keberkahan, wabil khusus kepada shohibul beyt, kita doakan yang punya tempat ini mudah-mudahan diberikan keberkahan oleh Allah, diberikan kesuksesan dunia akhirat, mudah-mudahan beliau beserta keluarganya diberikan kesehatan, dimudahkan segala urusan²nya. Aamiin yaa rabbal alamiin. Dan mudah-mudahan tempat ini menjadi tempat yang berkah, tempat yang Insyaa Allah dirahmati Allah SWT. Aamiin yaa rabbal alamiin.

هدامن و العفو منكم

والسلام عليكم و رحمة الله وبركاته

Jumat, 05 Februari 2016

AKHIR KEINDAHAN
Karya : Veli

Fajar telah hadir menanti di seberang sana
Alunan nadapun mengiringi kedatangannya
Hingar-bingar cahaya tak kuasa menyentuh lembutnya sutra putih
Mega-megapun telah membatasi keindahan ini
Ibarat sehelai daun yang menutupi keteduhan hati

Reaksi jiwa yang selalu ingin menggapai raganya
Ego hati yang sekejap menuntun sampai ke dasar kalbu
Dengan tatapan rindu
Ilustri birahi mengikuti langkah-langkah yang semu
Angan-angan ini tercipta menjadi hal yang nyata
Narasi indahpun terwujud dengan mesra
Akhirnya..diriku mampu menuju bahtera cintamu

Kamis, 26 November 2015

lyric dan cord gitar lagu Kun Anta



Kun Anta - Mimi Nazrina

G                          D
Liujar bihim, qoladtuzohiruma fihim
                   Em               C
Fabadautu syahso akhor, kai atafa khor
      G                           D  
Wa zonantu ana, anni bizalika khustu ghina (rina)
                  Em                C
Fawajadtu anni khosir, fatilkha mazohir

[CHORUS]

G                    D
La la.. la nakhtajul mala
               Em
Kai nazdada jamala
           C
Jauharna huna, fil qolbi talala

G                    D
La la… nurdhi nasa bimala
                Em
Nardho hulana hala
           C
Zaka jamaluna, yasmu yata’ala

[POST-CHORUS]

G
Oh Wo Oh, Oh Wo Oooh
D
Oh Wo Oh, Oh Wo Oooh
Em
Oh Wo Oh, Oh Wo Oooh
C
.....Kun anta tazdad jamala

G
Oh Wo Oh, Oh Wo Oooh
D
Oh Wo Oh, Oh Wo Oooh
Em
Oh Wo Oh, Oh Wo Oooh
C
.....Kun anta tazdad jamala

G D Em C
Lalalala..

G                               D
Ataqobbalahum, annasu lastu qolliduhum
                Em          C
Illa bima yardhini, kai urdhini
    G                         D
Saakunu ana, mithli  tamama haza ana
                Em              C
Faqona a’ti takhfini, zakha yaqini

[CHORUS]

G                    D
La la.. la nakhtajul mala
               Em
Kai nazdada jamala
           C
Jauharna huna, fil qolbi talala

G                    D
La la… nurdhi nasa bimala
                Em
Nardho hulana hala
           C
Zaka jamaluna, yasmu yata’ala

[POST-CHORUS]

G
Oh Wo Oh, Oh Wo Oooh
D
Oh Wo Oh, Oh Wo Oooh
Em
Oh Wo Oh, Oh Wo Oooh
C
.....Kun anta tazdad jamala
www.maingitardulu.com
G
Oh Wo Oh, Oh Wo Oooh
D
Oh Wo Oh, Oh Wo Oooh
Em
Oh Wo Oh, Oh Wo Oooh
C

[BRIDGE]

   Am
Saakunu ana
      C
Man ardho ana
     G          D
Lan as a’la liridhohum

   Am
Waakunu ana
    C
Ma ahwa ana
   G          D
Mali wama liridhohum

   Am
Saakunu ana
      C
Man ardho ana
     G          D
Lan as a’la liridhohum

   Am
Waakunu ana
    C
Ma ahwa ana
   G          D
Mali wama liridhohum

[CHORUS]

G                    D
La la.. la nakhtajul mala
               Em
Kai nazdada jamala
           C
Jauharna huna, fil qolbi talala

G                    D
La la… nurdhi nasa bimala
                Em
Nardho hulana hala
           C
Zaka jamaluna, yasmu yata’ala

[POST-CHORUS]

G
Oh Wo Oh, Oh Wo Oooh
D
Oh Wo Oh, Oh Wo Oooh
Em
Oh Wo Oh, Oh Wo Oooh
C
.....Kun anta tazdad jamala

G
Oh Wo Oh, Oh Wo Oooh
D
Oh Wo Oh, Oh Wo Oooh
Em
Oh Wo Oh, Oh Wo Oooh
C
.....Kun anta tazdad jamala 

Kamis, 19 November 2015

Narrative text



Two Frogs
Two frogs were friends. Older Frog lived in a well and Younger  Frog  lived in a big lake. One day when they happened to meet, Older Frog said, “Younger Brother, let’s go to my home today!” and Younger Frog agreed. When they reached the well where Older Frog lived, Younger Frog felt uncomfortable because the well didn’t have much water, the water was dirty, and he could not see the sky. Coming in and out of the well was not easy either. But didn’t leave quickly because he didn’t want to hurt Older Frog’s feelings.
Younger Frog was uncomfortable and jumped up and down. Older Frog noticed this and thought Younger Frog was admiring his home. “how is my home?” he asked.
Younger Frog smiled and said, “What can I say.?”
Older Frog proudly said, “The water in my home is the best in the world.”
Younger Frog replied, “I don’t think so.”
Older Frog was not happy with this answer, the two frogs began arguing, and finally Younger Frog said he wanted to leave.
Older Frog said, “Please take some water from hear.”
“No. My home has enough water,” said Younger Frog.
“I want to see your home,” said Older Frog and the two set off for the lake where Younger Frog lived.
Older Frog was feeling proud and arrogant. He thought, “When I reach his home, I will drink all his water. Then he will ask me for my water to drink.”
When they reached the lake, Younger Frog said, “Dear Older Frog, we are very near my home.” Older Frog didn’t look out across the vast lake. Instead, he only noticed some water in front of  him. He stuck his head into the water and began drinking. Althoungh his stomach was soon full, he had not reduced the size of  Younger Frog’s home. He thought for a moment but then decided to drink some more. His stomach became bigger and bigger. Suddenly there was a “ping” sound as his stomach burst and he died.

Kamis, 12 November 2015

Narrative text



It was a summer day. It was a very hot day. Everybody was suffering from the heal. Everybody was very thirsty. But it’s hard to find water. The river and the spring were dry.
A tired lion was walking weakly. He walked everywhere to find water. “If  I can not to find water soon, I’m going to die,” the lion thought.
Not far from the lion, there was a goat. He was thirsty too. As they walked they came to a small fountain. How happy they were.
“Hey, stay away from my fountain !” snapped the lion.
“Your fountain ? It’s mine !” the goat snapped back.
“I got here first !” said the lion.
“No ! It was I who got here first,” replied the goat.
They began to fight over the fountain.
Finally they got tired of  fight. So, they took a rest. When, they look up, they saw a flock of vultures above them. Vultures ate dead bodies.
“Hey, do you see the vultures ?” asked the lion.
“Yes, I think they are waiting to see who is going to die. What do you think ?” said the goat.
“Let’s stop this fight. We’d better  make friend.”said the lion.
“Yes, it’s  much better to make friend than to make an enemy.” replied the goat.

Then they drank from the same fountain.

Kamis, 05 November 2015

cepen (pengalaman)


Belajar dari pengalaman tentunya banyak sekali pelajaran yang dapat kita ambil. Hal tersebut membuat saya tertarik untuk membuat cerpen dari pengalaman sendiri. Selamat membaca..

RASA YANG TERTINGGAL

Oleh : Veli
            Waktu telah bergulir dengan cepatnya. Siang berganti malam dan begitu seterusnya. Sudah tak terasa hampir tiga tahun lamanya menginjakkan kaki di SMPN 1 Cipaku, sampai dekat dengan detik- detik ujian nasional. Semua murid belajar dengan giat untuk menghadapinya, salah satunya yaitu keempat orang siswi yang biasa disebut  V3YA (V-ThreeYa). Mereka adalah Vani, Vina, Viola, dan Yasmin. Vani dan Vina adalah saudara kembar yang cukup berprestasi di sekolahnya, tentu juga kedua temannya. Mereka merupakan orang-orang yang berprestasi sehingga mudah dikenal oleh teman-temannya. Vina berprestai di bidang bahasa inggris, sedangkan Viola di bidang bahasa Indonesia. Mereka lebih menyukai sastra daripada eksakta. Disisi lain Vani lebih berprestasi di bidang IPA sedangkan Yasmin di bidang matematika. Mereka lebih menyukai ilmu eksakta (ilmu pasti).
            Mereka telah menjalin persahabatan sejak kelas satu SMP dan sampai sekarang persahabatan tersebut masih terjalin. Sampai-sampai sebelum menghadapi ujian nasional mereka selalu belajar bersama karena semua pelajaran yang di ujiankan dikuasai oleh mereka berempat. Mereka selalu berbagi, saling bertanya, dan bertukar pikiran untuk menghadapi ujian nasional.
            Disela jam istirahat mereka selalu berkumpul bersama di perpustakaan untuk belajar bersama.
“ Yasmin, ajarin aku dong. Susah banget belajar matematika.” Pinta  Viola.
“ Iya aku ajarin, asalkan bisa barter.” Jawab Yasmin.
“ Ajarin aku juga dong.” Ucap Vina dan Vani sambil meghampiri mereka berdua.
  Iya tentu. Kita kan harus saling berbagi. Pokoknya kita harus berjuang. Semoga di empat hari yang akan datang kita diberi kesehatan, kelancaran, dan kelapangan oleh Allah swt.” Ucap Yasmin.
“ Iya, Aamiin” jawab mereka serempak.
“Pokoknya kita harus sukses UN bersama” kata Vina.
Mereka semakin bersemangat untuk menghadapi ujian nasional. Walaupun rasa takut menghantui tapi mereka selalu yakin dengan kemampuannya dan tentunya semangat dari sahabat-sahabatnyalah yang mampu membangkitkannya.
            Hari-hari ujian telah dilalui dengan sukses. Sebelumnya sudah banyak siswa yang mendaftar untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Namun Vani dan Vina belum menentukan pilihannya. Setiap ditanya mereka selalu menjawab “ Entahlah masih bingung. Antara diterusin atau tidak.” Maklumlah mereka kasihan kepada orang tuanya karena segala sesuatu harus berlipat ganda dengan kondisi ekonomi yang serba cukup membuat mereka bimbang dengan pertanyaan yang selalu diajukan oleh guru-gurunya.
            Hal tersebut membuat banyak guru prihatin kepada mereka. Bahkan berita tersebut sampai pada guru-guru BK (Bimbingan Konseling) sehingga mereka dipanggil ke ruang BK setelah jam pelajaran berakhir.
            Sulit untuk dijelaskan, seolah-olah pikiran mereka terasa kacau, sulit juga untuk menjawab dan mengungkapkan kata. Binar-binar air mata mulai muncul dan menetes di atas rok birunya. Semua guru BK mulai menghampirinya.
“ Sudah coba ditanya orang tua kalian?” Tanya Bu Sri. “ Sayang lho kalau ga diterusin.” lanjutnya.
“ Sudah dicoba tapi tetap saja hasilnya nihil.” Jawab Vina.
“ Kan rumah kalian dekat dengan SMKN 1 Cipaku, coba saja ikut daftar kesana atau ke SMAN 1 Baregbeg, masalah biayanya juga bisa terjangkau kalau disana.” ucap guru yang lain.
Mereka bingung dengan pilihan yang diajukan guru-gurunya. Ditambah lagi saran dari guru yang lain untuk mencoba daftar ke SMA Plus Cisarua di kabupaten Bandung Barat dan kebetulan Yasmin juga disarankan untuk masuk kesana.
            Sekolah tersebut hanya untuk siswa-siswi yatim/piatu/yatim piatu ataupun bagi yang kurang mampu tapi harus yang berprestasi. Berhubung Yasmin berprestasi ia pun menyarankan kepada gurunya untuk mengajak si kembar, Vani dan Vina  karena Yasmin yakin dengan kemampuan yang mereka miliki.
            Akhirnya mereka mencoba mendaftar kesana. Segala persyaratan telah dipenuhi, tinggal menunggu hasilnya. Apakah ada panggilan untuk seleksi tahap kedua atau tidak.
            Hari Jum’at tepatnya, suara ponsel ibunya Yasmin berbunyi. Kaget dan bangga tengah dirasakanya.
“ Yasmin…Yasmin…” suara ibuya memanggil.
“ Ada apa bu?” sampai teriak-teriak begitu.” Tanya yasmin.
Ibunya menjelaskan bahwa Yasmin mendapat panggilan ke Cisarua untuk melaksanakan seleksi tahap kedua.
            Beberapa jam kemudian panggilan tersebut juga datang kepada Vina, tapi hanya dia saja tidak dengan saudara kembarnya. “mungkin karena kapasitas untuk putri hanya 50 orang untuk melaksanakan seleksi.” Jelas Vina.
            Dua hari kemudian Vina dan Yasmin berangkat kesana ditemani oleh guru pembimbingnya. Karena harus melaksanakan seleksi selama tiga hari akhirnya mereka ditinggal gurunya. Walaupun demikian mereka tetap bersemangat karena disana Vina dan Yasmin mendapat banyak teman baru. Bayangkan saja perwakilan seluruh kabupaten/kota di provinsi Jawa Barat bisa berkumpul disana. Mereka berjumlah 150 orang yang terdiri dari 100 putra dan 50 putri. Berbeda-bedanya sikap, karakter, bahkan bahasa tetapi tidak membuat Vina dan Yasmin minder walaupun mereka berasal dari kampung.
            Dihari pertama mereka belum mendapat ujian tapi saat itu hanya diisi dengan upacara pembukaan dan beres-beres. Kebetulan Vina dan Yasmin sekamar dengan Tri Puji, ia sama-sama dari kabupaten Ciamis hanya saja dia pintar berbicara bahasa jawa. Mereka juga sekamar dengan Yuli dari kabupaten Bandung Barat dan juga Feby dari kota Bandung. Mereka sangat akrab walaupun baru pertama bertemu sehingga mereka sudah dapat melihat karakter dari masing-masing siswi tersebut.
            Waktu memang cepat berlalu. Pelaksanaan ujian telah dilaksanakan dengan semaksimal mungkin, mulai dari tes akademik, tes kesehatan dan tes wawancara. Hari-hari telah dilalui dengan penuh keceriaan, sampai tak terasa besok adalah hari kepulangan tapi mereka masih tetap ingin berkumpul bersama.
            Disore hari yang cerah semua peserta melaksanakan olahraga bersama, kebersamaan mereka semakin menjadi setelah dikumpulkan di plaza (taman yang indah di belakang ruang makan). Sebuah pengumuman disampaikan saat itu.
” Malam nanti akan dilaksanakan pentas seni dan diwajibkan kepada setiap kontingen untuk menampilkan kreasi seninya.” Ucap salah satu kakak panitia.
Semua peserta segera berkumpul mencari kontigennya masing-masing. Untuk kontingen Ciamis hanya berjumlah 12 orang.
“ Mana lagi putrinya? Masa hanya bertiga.” Tanya salah satu pria.
“ Memang cuma ada tiga orang.” Jawab Vina singkat.
“ Okelah, karena semua sudah berkumpul kita mulai saja dengan perkenalan terlebih dahulu.” Ucap pria tersebut. “ Kan kata pepatah tak kenal maka tak sayang” lanjutnya.
Perkenalan diawali oleh pria tersebut dan ternyata pria itu bernama Ihsan. Setelah dia kemudian satu per satu  mulai memperkenalkan diri dan menyatakan asal sekolahnya. Setelah selesai mereka pun mulai membahas pokok persoalan yang sebenarnya.
“ Mau menampilkan apa dari kami?” Tanya Ihsan.
Berbagai usulan mulai dilontarkan oleh semuanya.
“ Kalau nyanyi lagu daerah Jawa Barat gimana?” Ucap Puji menyampaikan pendapatnya.
“ Kalau mau nyanyi mendingan lagu Ciamis Manis aja, kita kan dari Ciamis. Kalau lagu daerah semuanya juga pasti tahu.” Jawab Yasmin.
“ Bener juga tuh.” Jawab Ihsan.
Akhirnya mereka memutuskan untuk bernyanyi di pentas seni nanti.
            Acara malam pensi pun tiba, kehangatan mulai terasa karena seluruh peserta dikumpulkan dalam satu ruangan. Berbagai kreasi seni telah ditampilkan mulai dari bernyanyi, drama, membaca puisi, dan menampilkan kesenian seperti cianjuran dan sebagainya. Keharuan mulai terasa setelah seluruh panitia menampilkan kreasi seni. Mereka  menyanyikan sebuah lagu yang berjudul Perpisahan Termanis. “Memang benar perpisahan termanis” gumam Vina di dalam hatinya.
            Malam semakin larut, acara  pun berakhir dengan suka cita.
“Besok adalah keputusannya.” Ucap Yuli.
“ Iya, mudah-mudahan aja masuk seleksi dan ini bukan menjadi akhir dari pertemuan kita.” Jelas Yasmin.
Sebelumnya puji sudah mengetahui keputusannya karena saat tes wawancara ia bilang tidak mau sekolah disana, ikut seleksi saja itu karena gurunya bukan karena keinginannya. “ Ini bisa jadi kenangan untuk aku dan kita tentunya.” Kata Puji.
“ Iya. Diterima atau tidaknya itu sudah menjadi keputusan yang terbaik.” Jelas Vina.
            Mentari telah datang menyambut kedinginan dipagi hari. Semua peserta antusias untuk menerima hasilnya. Setelah upacara penutupan semua peserta diberi surat keputusan diterima atau tidaknya di SMA Plus Cisarua.
            Vina dan Yasmin tidak sempat bertemu lagi dengan Yuli karena setelah upacara berakhir dia segera pulang sebab sudah dijemput oleh ibunya. Kebetulan rumahnya lumayan dekat dengan tempat seleksi.
“ Vin, kita pulang gimana?” Tanya Yasmin.
“ Gak tau nih, coba tanya kakak panitianya aja.” Jawabnya.
Berhubung tidak ada kakak panitia yang berasal dari Ciamis akhirnya mereka pulang berdua. Tapi tiba-tiba Ihsah menghampiri mereka berdua.
“ Vin, pulang berdua?” ucapnya.
“ Iya nih tapi bingung, soalnya baru pertama kali kesini. Takut juga sih pulang berdua, jarak Bandung-Ciamis kan jauh.” Jawab Vina.
“ Ikut aku aja yu? Berhubung guru aku mau jemput, kita kan sama-sama satu jurusan.” Jelas Ihsan.
“ Bener juga tuh, mumpung ada tumpangan gratis.” Kata Yasmin yang berbisik pada Vina. “ Dari pada kita nyasar.” Lanjutnya.
“ Emm… iya deh, tapi gak ngerepotinkan?” kata Vina.
“ Tidak sama sekali, tenang aja.” Jawabnya.
            Semenjak itu hubungan Vina dan Ihsan semakin dekat. Setiap hari Ihsan selalu menghubungi Vina karena sebelumnya Ihsan sudah meminta nomor ponselnya saat pulang dari Cisarua. Sejak saat itu pula diam-daim Vina mulai menyimpan perasaan pada Ihsan begitu juga dengan Ihsan. Tapi karena Ihsan diterima di Cisarua sedangkan Vina tidak akhirnya komunikasi mereka terputus sebelum perasaan mereka tersampaikan karena disana dilarang untuk membawa barang-barang elektronik.
            Vina hanya bisa melanjutkan sekolah di daerahnya bersama saudara kembarnya, Vani. Mereka melanjutkan sekolah ke SMAN 1 Baregbeg, sesuai dengan saran dari guru-gurunya dulu. Padahal dalam hatinya Vina ingin satu sekolah dengan Ihsan tapi takdir telah memisahkan mereka berdua. Berhubung malah Yasmin yang satu sekolah dengan Ihsan karena dia juga diterima disana akhirnya setiap Yasmin pulang ke Ciamis Vina selalu menghubunginya.
“ Yas, gimana kabarnya? Sehatkan?” Tanya Vina.
“ Alhamdulillah.” Jawabnya singkat.
“ Kalau Ihsan gimana? Sehat juga kan?” tanya Vina lagi.
“ Ihsan juga sehat. Ada apa nih sampai-sampai nanyain Ihsan juga, kirain udah lupa.” Ucap Yasmin.
“Ihsan kan temen aku juga.” Jawab Vina. “ Sebenarnya…” Tut..tut..tut.. Belum sempat melanjutkan pembicaraannya ternyata handphonenya mati.
“ Ya ampun, mati lagi. Gimana mau tanya soal Ihsan, salah satu jalan menuju dia kan Cuma ini.” Katanya sambil memandang handphonenya serasa putus harapan.
            Sehari kemudian Vina berniat untuk menjumpai Yasmin ke rumahnya sambil melepas kerinduannya karena semenjak dia tinggal di Cisarua Vina  jarang berkomunikasi dengannya.
“ Yasmin, ada di rumah?” Tanya Vina seraya memanggilnya.
“ Iya ada. Sini masuk.” Jawabnya.
Sambil melepas rindu dengan sahabatnya, mereka saling bertukar cerita. Namun disela pembicaraannya lagi-lagi Vina bertanya soal Ihsan.
“ Yas, mau cerita nih. Bolehkan?” Pinta Vina.
“ Ya bolehlah, apa sih yang engga. Pasti soal Ihsan kan?” filling sahabatnya.
            Suasana hening sejenak. Sambil tersipu malu Vina menjelaskan tentang perasaannya bahwa semenjak pertama kali Vina bertemu dengan Ihsan di Cisarua ia sudah suka pada Ihsan dan sudah menyimpan perasaannya dari dulu.
“ Kalau kamu suka sama Ihsan tenang aja, nanti aku bilangin deh.” Ucap Yasmin.
“ Eh, jangan dong.” Jawab Vina dengan singkat.
“ Lho kenapa? Kamu kan suka sama Ihsan.” Jelas Yasmin.
“ Ya, tapi takutnya kalau dibilangin pasti dia jauhin aku deh. Bisa-bisa dia juga sebel sama aku.” Jawab Vina. “Pokoknya jangan dibilangin yah. Bisa-bisa malah mengganggu konsentrasi belajarnya disana.” Lanjutnya. “ Tak apalah aku menyimpan perasaan ini sendirian.” Ucapnya pelan.
“ Apa?” Tanya Yasmin karena kurang mendengar ucapan Vina tadi.
“ Engga kok. Udah lanjutin cerita Yasmin aja. Tidak pentinglah cerita aku mah.” Lanjut Vina.
Mereka pun melanjutkan kembali bercerita tentang pengalaman Yasmin selama di Cisarua.
 Mungkin pertemuan Vina dan Ihsan dulu hanya menjadi sebuah kenangan. Walaupun sampai saat ini ia masih menyimpan perasaanya. Perasaan Vina hanya bisa dipendam dalam hatinya menjadi sebuah rasa yang tertiggal karena entah kapan lagi Vina bisa bertemu dengannya .Tapi Vina yakin jika ia berjodoh dengan Ihsan pasti suatu saat Vina akan berjumpa kembali dengan sang pujaan hatinya.